Rabu, 14 Oktober 2015

Air Mata

Aku tak pernah membeci apapun yang membuatku terluka. Aku akan menjadikan dia sebuah pembelajaran buatku. Aku bisa menajdi lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya.
Semua itu memang sudah diatur oleh Allah. Apapun yang menyakiti hati saya saya yakin Allah akan menggantinya dengan kebahagiaan. Untuk saat ini memang aku tak mau mengenal cinta itu terleibih dahulu. Hati ini masih terlalu rapuh oleh cinta palsu dan dusta yang dia katakan terhadapku. Rindu yang selalu terucap di mulutnya hanyalah bualan belaka.
Aku menatap birunya langit, menutup kedua mataku sambil menghapus semua tentangnya. Dia yang membuatku menagis. Aku memang sangat mencintainya, kita satu misi, namun semua itu berkhir ketika dia membohongiku, mengingkari janjinya. PALSU, itu membuatku seakan tak percaya akan yang namanya lelaki. Aku memang seakan tak percaya omongan lelalki kecuali Ayah dan saudara-saudaraku. Cinta mereka selalu tulus terhadapku. Namun mereka, apakah dia tulus terhadapku. Aku rasa tidak, mungkin mereka mendekatiku hanyalah kasihan terhadapku, Oh Tuhan mengapa aku tidak bisa seperti mereka yang dicintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar